Home » , » RESEPSI PERNIKAHAN YANG MENGHARUKAN ( Kenyataan )

RESEPSI PERNIKAHAN YANG MENGHARUKAN ( Kenyataan )

Written By Kevin Herivo on Tuesday, October 15, 2013 | 12:54 PM

 RESEPSI PERNIKAHAN YANG MENGHARUKAN ( Kenyataan )
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamualaikum Wr.Wb
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Lailahaillahu Allahu Akbar,
Allahuakbar Walillah ilham.,

Selamat siang, sahabat STONKIDS, Pertama STONKIDS mengucapkan selamat hari Raya Idul Adha, 1434 H , Semoga di Hari Raya Idul Adha ini semakin meningkatkan Iman kita terhadap Allah SWT, Aamiin,
Untuk Postingan kali ini STONKIDS mau berbagi Informasi mengenai Kisah Motivasi yang baru saja terjadi, yang Insya Allah bisa memotivasi Sahabt semua bagi yang membacanya, langsung saja lanjutkan ke TKP.
 
Status sosial dan status pendidikan yang tinggi tak selamanya membuat orang semakin rendah hati. Wawasan yang luas terkadang bertolak belakang dengan jiwanya yang sempit. Menolak orang-orang yang tak 'sekelas' dengannya atau tanpa hati menghina dan merendahkan orang lain yang dianggap tak pantas masuk dalam lingkungan keluarga mereka.

Hal tersebut tak berlaku bagi Reza Hilyard Somantri dan keluarganya.

Ya... ini tentang kebesaran jiwa, cinta yang luar biasa, dan penerimaan apa adanya yang sangat menginspirasi siapa saja.

Selamat menempuh hidup baru untuk Reza Hilyard Somantri dan Putri Herlina. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Aamiin...




JOGJAKARTA - Resepsi pernikahan mengharukan terjadi di Jogjakarta tadi malam. Putri Herlina, gadis tanpa dua tangan, akhirnya mendapatkan suami pilihannya sendiri, Reza Hilyard Somantri, putra mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Maman Husein Somantri.

Bagi Putri Herlina, pernikahannya dengan Reza seperti kisah dongeng yang berakhir bahagia (happy ending). Seperti yang pernah dimuat di JPNN pada 9 Maret 2012, Lina -sapaan akrab Putri Herlina- mengaku dirinya "dibuang" orang tuanya sejak baru lahir. "Aku ditinggal di rumah sakit, mungkin karena tidak punya tangan dan mereka malu," ungkapnya.

Karena tak ada yang bertanggung jawab, Lina lantas dirawat Susiani Sunaryo. Saat itu Susiani masih berusia 25 tahun dan menjadi relawan di Yayasan Sayap Ibu. Kini Susiani menjadi ibu panti di Kadirojo, Kalasan, Sleman.

Yayasan Sayap Ibu didirikan oleh Soelastri, istri Bung Tomo, pahlawan perang Surabaya 10 November, pada 1955. Yayasan ini memang menampung anak-anak yang "tak dikehendaki" ayah-ibunya. Rata-rata mereka mengalami cacat ganda. Yakni, cacat fisik dan mental karena aborsi yang gagal. Sehari-hari mereka hidup mengandalkan donatur tidak tetap dan dana pemerintah.

Radar Jogja (JPNN Group) melaporkan, pada acara resepsi pernikahan di Gedung Mandala Bakti Wanitama, Jogjakarta, tadi malam, Lina terlihat bahagia. Gadis yang pada 3 Oktober lalu menginjak usia 25 tahun itu terlihat cantik dan ceria mendampingi sang suami di pelaminan.

Dengan keterbatasan fisiknya, Putri tanpa canggung menerima ucapan selamat dari keluarga besar serta undangan yang hadir. Beberapa tamu tampak tak bisa menahan haru menyaksikan kebahagiaan pasangan tersebut.

Keluarga besar Yayasan Sayap Ibu yang diwakili Djoko Pramono mengakui, Lina merupakan sosok panutan bagi adik-adiknya di Yayasan Sayap Ibu. Sejak kecil diasuh di yayasan tersebut, Lina tidak ingin dimanjakan saat mengalami kesulitan. "Anaknya benar-benar mandiri. Melakukan aktivitas apa pun dia tidak mau bergantung pada orang lain," jelas Djoko, 62, di sela-sela pesta pernikahan.

Saat digelar resepsi pernikahan, orang tua Reza, Maman Husein Somantri dan Neneng Widaningsih, tampak tersenyum saat putranya mendapatkan istri pilihannya. Sayang, keluarga Reza hingga akhir resepsi mengaku belum bisa memberikan keterangan.

Seperti dimuat Jawa Pos, Lina memang tak pernah menyerah dengan keterbatasannya sebagai difabel. Dia tak mau kalah dengan anak lain. Dia berhasil lulus SD Muhammadiyah Sambisari, Sleman, dengan nilai memuaskan. Kemudian, dia melanjutkan ke SMP RC di Solo, setelah itu ke SMA Muhammadiyah 6 Surakarta. "Di sekolah aku selalu ingin duduk di depan. Di samping meja aku taruh kursi lagi untuk menulis," cerita Lina.

Jika menulis di atas meja, itu terlalu tinggi untuk dijangkau kakinya. Karena tekun belajar, Lina pun lulus dengan nilai bagus pada 2009. Setelah itu dia ikut kursus bahasa Inggris intensif. Lalu ikut pelatihan di Yakkum Bethesda yang memang sering mengadakan training untuk kalangan difabel. Lina lantas bekerja sebagai resepsionis atau penerima tamu di kantor pusat Yayasan Sayap Ibu Jogjakarta yang lokasinya di Pringwulung, Condongcatur, Sleman.

Di sana dia juga ikut menangani kegiatan administrasi, seperti mengetik data donatur atau menulis undangan acara penggalangan dana. Dua tahun sebagai staf di kantor pusat, Lina memilih kembali ke rumah masa kecilnya. "Terus terang, aku lebih betah di sini. Aku ingin berbakti pada Ibu dan ikut merawat adik-adikku," kata Lina.

Agenda harian Lina lengkap, mulai memandikan, mengganti popok, memberikan susu, dan menyuapi balita yang sudah bisa diberi makanan padat. Suatu ketika, ada donatur baik hati yang ingin membuatkannya tangan palsu. Para pegawai yayasan pun antusias meminta Lina untuk segera memilih yang pas.

"Ayo Lin, mumpung ada yang mau buatin tangan. Suatu saat kamu kan menikah, punya suami," ujar Lina menirukan komentar salah seorang pengurus yayasan.

Tapi, justru dengan alasan itu dia menolak halus tawaran tangan palsu. "Aku ingin suami yang mencintaiku apa adanya," katanya. "Lelaki sering memandang wanita dari kelebihannya saja. Aku ingin suamiku tahu kekuranganku. Toh, kita bakal hidup bersama sampai mati kan," ujar Lina.

Tadi malam Lina resmi menjadi istri Reza. "Semoga kedua pasangan, Lina dan Reza, hidup bahagia sampai anak cucu," ujar Djoko Pramono yang sehari-hari dipanggil ayah oleh Lina. (tim radar jogja/c2/kim)
Share this article :

29 comments:

  1. terharu membacanya. semoga bisa menjadi keluarga yang bahagia dan banyak rezeki, dan yang pasti dikasih keturunan yang soleh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin,. semoga Allah SWT mengabulkan doanya yah mas.,
      Terima Kasih telah berkunjung mas Blangkon.,

      Delete
  2. Wanita yang baik akan ditemukan oleh lelaki yang baik. Fisik bukan ukurannya jika hati lebih sempurna. Selamat, semoga bisa menjadi keluarga mawadah waromah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin., Semoga Allah SWT mengabulkan doanya yah mba.,

      Delete
  3. klo jodoh gk akan kemana2.., salut tuk mempelai pria..! smg langgeng hingga ajal menjelang *smile

    folbek ya bro, makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin., Semoga doanya terkabulkan yah broo.,
      Siapp., broo.,

      Delete
  4. subahanalloh, begitulah jodoh dan cinta kalo sudah disatukan dalam ikatan pernikahan, semua tampak indah. Karena cinta tidak melihat fisik saja, tetapi ada banyak hal yang tidak pernah kita tahu karena ini menyangkut isi hati.
    Semoga mereka menjadi pasangan yang menjadi teladan bagi lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin,.
      Wahh salut nih buat makna cintanya, makasih pakies, telah berkunjung.,

      Delete
  5. Turut bersuka cita dan selamat buat pernikahannya.. :)
    Semoga menjadi keluarga yang Sakinah,Mawadah..Rahmah..amin..
    Salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin., hhehehe.,
      hampir saja saya salah membaca mas, saya kira turut berduka cita, ternyata turut bersuka cita.,
      makasih gan udah berkunjung.,

      Delete
    2. hehehe......sekilas perbedaannya sangat tipis mas ya.... :)
      selamat hari raya idul adha
      mohon maaf lahir dan bathin :)

      Delete
    3. Iyahh mas., hehhe ^,^ harus butuh konsentrasi penuhh., wkwk
      iyah mas., selamat Hari raya Idul Adha juga., selamat berbagi., hehehe ^,^

      Delete
  6. benar2 mengharukan pernikahan ini, Reza adalah seorang laki2 sangat istimewa. Disaat dia bisa memilih yg lebih tapi dia lebih melihat Lina bak mutiara indah ...... semoga mereka menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahma.... melahirkan anak2 shaleh dan shalehah

    makasih ya atas kunjungannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga doanya di Kabulkan oleh Allah yah mba.,
      Terima Kasih atas kunjunganya mba.,

      Delete
  7. Kisah nyata yang amat mengharukan sekaligus membahagiakan. Memang tidak setiap orang bisa menerima sepenuhnya kekurangan orang lain apalagi kemudian diterima masuk ke dalam 'lingkaran keluarga besar'. Hanya orang berjiwa besarlah yang sanggup menerima berbagai 'keadaan' di dunia ini. Selamat berbahagia. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali gan., salut buat pandanganya sama artikel ini,.
      makasih atas kunjunganya gan.,

      Delete
  8. semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah

    ReplyDelete
  9. semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah...
    Subhanallah, sungguh mengharukan ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin., semoga ikabulkan yah mas.,
      betul sekali mas, terima kasih atas kunjunganya.,

      Delete
  10. selamat lebaran haji mas, semoga kisah ini menjadi referensi bagi kita semua :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah mas., terima kasih atas kunjunganya.,

      Delete
  11. semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin,. semoga doanya dikabulkan oleh Allah SWT yah gann.,

      Delete
  12. terharu banget, suami yang bisa nerima apa adanya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah gan., semoga kita semua mendapatkan pasangan yang sejati yah gan.,

      Delete
  13. duh merinding aku bacanya sangat terharu sekali... thanks ya artikelnya bagus,,isinya sangat memotivasi..

    ReplyDelete

Monggo sob, kita jalin bersilaturahmi dengan saling berkomentar.
Komentar teman-teman menambah semangat mimin buat menulis posting lagi.
STONKIDS juga bisa polbek sama tukar link lho. .

 
Copyright @2013 STONKIDS -
All Rights Reserved


Support : Google | Blogger
Yahoo | Creating Website